Seperti diberitakan oleh Republika, Ketua Ikatan Persaudaraan Iman Masjid (IPIM), Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub mengimbau seluruh masjid di Indonesia mengcover imam masjid dengan asuransi syariah. Imbauan ini telah disebarluaskan kepada ketua masjid raya dan masjid agung seluruh Indonesia dalam bentuk surat.

Ia mengatakan, keberadaan masjid tidak akan sempurna tanpa imam. Imam adalah orang yang diperlukan dan juga orang yang diabaikan. Keberadaan imam diperlukan tetapi kesejahteraannya tidak dipikirkan secara maksimal.

Menurut Ali, selama ini banyak imam masjid ketika jatuh sakit biaya perwatannya tidak dicover oleh masjid, tempat mereka berkhidmah.

Selain itu ketika imam meninggal dunia, ahli waris juga tidak mendapatkan santunan yang layak dari masjid. Untuk itu perlunya mengcover imam masjid dengan asuransi syariah.

Imbauan tersebut diapresiasi oleh Kementrian Agama RI. “Kalau ada usaha untuk membuat imam lebih sejahtera, lebih punya waktu untuk mengurus masjid nah ini bagus,” ujar Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Machasin kepada Republika, Rabu (25/11).

Hal senada diungkapkan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI). DMI menilai asuransi bagi imam masjid merupakan hal yang sangat penting. Untuk itu, DMI mendukung langkah ketua Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM), Ali Mustafa Yakub yang mengimbau masjid agung dan masjid raya seluruh Indonesia mengcover imamnya dengan asuransi syariah.

“Itu usul yang bagus. Sebaiknya terlaksana. Khususnya marbot masjid,” ujar Sekjen DMI Imam Addaruquthni kepada Republika, Rabu (25/11).

Ia melanjutkan, imam telah mengikatkan hatinya dengan masjid. Allah SWT menjamin imam dari sisi spiritualitasnya tetapi masjid juga harus memperhatikan secara lahir.

Menurutnya, masjid di Arab Saudi juga melakukan program sejenis asuransi untuk imamnya. Sehingga saat berobat terjamin atau dicover dan jika meninggal dunia keluarga akan mendapat santunan.

Share Your Thought