Tentunya kita semua tidak ingin mendengar dokter mengatakan bahwa, “Pembuluh darah Anda tersumbat”. Itu adalah mimpi yang sangat mengerikan bagi kita semua. Dengan tersumbatnya pembuluh darah, maka darah tidak bisa mengalir dengan lancar. Biasanya dokter akan menganalisa seberapa parah ketersumbatannya tersebut, sehingga bisa diambil tindakan segera, apakah akan melakukan angioplasti atau operasi bypass jantung. Lalu, apa perbedaan dari kedua tindakan tersebut?

Angioplasti


Metode angioplasti pertama kali diperkenalkan oleh DR. Andreas Gruentzig pada tahun 1977. Jika pembuluh darah tertutup sebagian, maka metode ini bisa digunakan. Ini bukanlah tindakan operasi. Dengan metode ini, bagian paha atau lengan pasien akan disayat untuk dicari pembuluh darahnya yang mengalir ke pembuluh yang tersumbat tersebut. Setelah itu, sebuah kateter akan dimasukkan ke dalam pembuluh darah tersebut dengan disisipi balon. Apabila sudah sampai ke pembuluh yang tersumbat, maka balon akan dikembangkan beberapa saat agar pembuluh membesar. Setelah itu balon akan dikempiskan lalu ditarik kembali. Seringkali pembuluh tersebut juga dipasangi ring kecil agar tidak merapat kembali.

Untuk melakukan angioplasti, dibutuhkan dana sekitar 30 sampai 50 juta rupiah. Apabila pasien adalah nasabah Prudential & mengambil rider atau manfaat tambahan penyakit kritis, maka dia berhak untuk mendapatkan klaim manfaat sebesar 10% dari Uang Pertanggungan, atau maksimal 75 juta rupiah.

Bypass Jantung


Jika terdapat penyumbatan pembuluh darah lebih dari tiga atau sudah dalam tahap parah, maka tindakan bypass jantung biasanya akan dilakukan oleh dokter. Ini adalah tindakan operasi, dimana dada pasien akan dilakukan pembedahan untuk mengganti saluran pembuluh yang tersumbat dengan pembuluh yang baru sehingga darah & oksigen bisa lancar mengalir menuju jantung. Pembuluh yang baru tersebut diambil dari pembuluh darah yang kondisinya masih bagus di bagian paha atau lengan. Dalam proses bedah, rongga dada akan dipotong terlebih dahulu dan dibuka agar bisa dilakukan operasi jantung. Setelah penggantian pembuluh sukses dilaksanakan, maka tulang rongga dada akan ditutup kembali dan dipasang klip agar kuat. Selama beberapa waktu, pasien tidak diperkenankan untuk batuk keras atau tertawa terbahak-bahak karena bisa mengganggu rongga dada yang sudah terpasang.

Tindakan bedah bypass jantung adalah salah satu kondisi kritis yang biayanya di-cover oleh prudential. Apabila pasien merupakan nasabah Prudential, maka dia berhak mendapatkan klaim manfaat sesuai dengan rider (manfaat tambahan) penyakit kritis yang dia ambil.

Share Your Thought