Pada suatu siang di hari Jum’at, seorang pemuda duduk di masjid menunggu khutbah dimulai. Dia memandang dgn tidak begitu ramah kpd kotak sumbangan yang didorong ke arahnya. Dia membuka dompet dan memilih-milih uang yang akan disumbangkannya. Tampak dengan berat hati dia memasukkan selembar uang kumal sebesar seribu rupiah ke kotak amal. Sebelum dia mendorong kotak itu ke sebelahnya, seorang bapak tua di belakangnya menepuk pundaknya dan memberikan dua lembar uang Rp.100.000-an. Si anak muda tersebut tertegun heran, tapi segera memasukkan dua
lembar uang tsb ke kotak amal, lalu mendorong kotak amal tersebut ke jamaah berikutnya.

Dia menoleh ke bapak tua tsb dan berkata, “Banyak amat Pak sodaqohnya? Seribu atau dua ribu aja cukup, kan sayang..”
Sang bapak tua hanya tersenyum dan menggeleng ramah, sambil menjawab “Bukan gitu dik, itu tadi uang adik yg jatuh dari dompet. Sebenarnya mau saya kembalikan, tapi kok langsung adik masukkan ke kotak amal.”

Pada awalnya pemuda tersebut kaget dan merasa menyesal memasukkan kedua uang seratus ribuan tersebut ke kotak infaq. Namun setelah mendengar khotbah Jum’at mengenai faedah sedekah, akhirnya dia merasa senang dan ikhlas.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya shadaqah pada hari Jum’at itu memiliki kelebihan dari hari-hari lainnya. Shadaqah pada hari itu dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti shadaqah pada bulan Ramadhan jika dibandingkan dengan seluruh bulan lainnya.”

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” Qs. Al-Baqarah: 216

Share Your Thought