produktivitasBagi seorang muslim, waktu bukanlah uang melainkan produktifitas karena Islam menyuruh kita untuk selalu berbuat baik di setiap waktu dan di setiap kesempatan. Produktifitas ini diukur berdasar seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada keluarga, bangsa, dan seluruh umat manusia. Semakin besar sumbangsih kita terhadap kebaikan umat, berarti semakin besar pula produktifitas kita. Dalam meningkatkan produktifitas, kita diwajibkan untuk giat bekerja dan
beramal sholeh. Islam sangat menghargai dan memotivasi manusia untuk rajin bekerja dalam rangka mencari nafkah dan menggapai ridho Allah SWT. Hal ini tertuang pada hadits-hadits berikut ini,

Sabda Nabi Saw,“Siapa yang bekerja keras untuk mencari nafkah keluarganya, maka ia adalah mujahid fi sabilillah” (HR. Ahmad)

Sesungguhnya diantara dosa-dosa itu ada beberapa dosa yang tidak akan terhapus dengan sholat, shoum, haji dan umroh. Para shahabat bertanya, dengan apa menghapuskannya ya Rosulullah? Jawab beliau: dengan semangat dan bersungguh-sungguh mencari nafkah” (HR. Ath Thabrani)

Ibnu Majah mengatakan, Nabi bersabda “Barang siapa yang mempunyai tanah maka tanamilah, jika tidak mampu maka supaya ditanami oleh saudaranya

Dari hadits tersebut dapat kita ketahui bahwa Nabi Saw menyuruh kita untuk bertindak produktif. Jangan biarkan sesuatu–misalnya tanah, sumber daya, waktu, dll–menganggur begitu saja. Kalau perlu, libatkan orang lain untuk memproduksi sesuatu yang bermanfaat.

Allah berfirman: ”Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al Jumu’ah:10)

Allah SWT berfirman: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr)

Surat Al ‘Ashr tersebut mempunyai makna bahwa semua manusia itu merugi apabila mereka tidak beriman dan tidak mengisi waktunya dengan perbuatan-perbuatan baik.

Jadi, jangan sia-siakan waktu kita. Bekerja dan berbuat baiklah agar waktu kita produktif sehingga tidak termasuk orang-orang yang merugi.

Share Your Thought